Rencana Ford Perakitan Lokal: Investasi dan Strategi 2028
Jakarta, Indonesia – Ford Motor Company, merek otomotif asal Amerika Serikat yang di kenal lewat model‑model tangguh seperti Ford Ranger, Everest, dan Mustang, kini situs judi bola resmi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui rencana perakitan mobil secara lokal. Ini menjadi kabar yang di nantikan khalayak otomotif, sekaligus bukti betapa besarnya potensi pasar Indonesia bagi produsen global.
Ambisi Ford: Dari CBU ke Rakit Lokal
Selama ini, semua kendaraan Ford yang di jual di Indonesia merupakan CBU (Completely Built Up) atau unit situs maxwin impor siap jual, yang di datangkan dari luar negeri — khususnya dari Thailand. Namun dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Ford yang di wakili PT RMA Indonesia menyampaikan rencana strategis untuk beralih ke perakitan lokal mulai tahun 2028.
Peralihan ini bukan sekadar perpindahan lokasi produksi, tetapi langkah penting dalam memperkuat footprint Ford di pasar Tanah Air serta meningkatkan efisiensi biaya produksi dan layanan purna jual. Hal ini mencerminkan optimisme Ford terhadap pertumbuhan permintaan kendaraan di Indonesia, terutama segmen pick‑up dan SUV.
Nilai Investasi yang Disiapkan
Dalam pertemuan tersebut, Ford juga mengungkapkan angka investasi yang di persiapkan untuk membiayai fase awal perakitan dan perluasan jaringan dealer di Indonesia. Detailnya meliputi:
-
Investasi fasilitas perakitan lokal senilai sekitar Rp 76 miliar
-
Dukungan penguatan jaringan dealer senilai sekitar Rp 25 miliar
Meski jumlah investasi ini relatif moderat di banding pabrik besar otomotif lain, ini merupakan langkah awal yang strategis. Angka ini menunjukkan keseriusan Ford untuk membangun operasi produksi sendiri di Indonesia dengan model bisnis yang di sesuaikan kondisi pasar lokal.
Tantangan dan Harapan Kebijakan
Dalam diskusinya dengan pemerintah, Ford juga menyoroti beberapa isu strategis yang perlu pembaruan aturan, khususnya terkait produksi double cabin dan SUV, serta persyaratan CKD (Completely Knocked Down) yang saat ini masih di anggap menimbulkan tantangan operasional. Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan terhadap langkah industrialisasi Ford, termasuk kesiapan meninjau dan memperbarui ketentuan yang di perlukan.
Selain itu, Ford juga mengajukan masukan terkait arah kebijakan industri, investasi, perdagangan, dan fiskal yang akan memengaruhi roadmap bisnisnya beberapa tahun ke depan. Dialog seperti ini penting untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan kompetitif di Indonesia.
Keuntungan Lokal untuk Konsumen dan Industri
Perakitan lokal tidak hanya memberikan keuntungan kompetitif bagi Ford, tetapi juga berdampak positif bagi konsumen dan perekonomian Indonesia:
1. Harga Lebih Kompetitif
Dengan komponen lokal yang lebih tinggi, biaya produksi dapat di tekan sehingga harga jual di pasar domestik menjadi lebih kompetitif di bandingkan CBU.
2. Peluang Kerja dan Teknologi
Investasi produksi membuka peluang tenaga kerja baru, serta transfer teknologi dalam proses manufaktur yang lebih modern dan efisien.
3. Pengembangan Ekosistem Industri
Dengan lebih banyak produksi lokal, industri pemasok komponen, jaringan dealer, dan layanan purna jual akan tumbuh dan memperkuat supply chain otomotif nasional.
Ford di Tengah Persaingan Otomotif ASEAN
Langkah Ford ini sejalan tren global di Asia Tenggara, di mana banyak pabrikan mulai memperluas investasi manufaktur mereka di Indonesia — seperti GAC dengan produksi CKD EV atau VinFast yang membangun pabrik EV di Subang, Jawa Barat.
Indonesia kini menjadi hub menarik bagi pabrikan mobil karena basis pasar yang besar, potensi ekspor ke negara ASEAN, serta sumber daya industri yang terus berkembang. Ford menyadari hal ini dan tampaknya ingin memperkuat jejaknya melalui investasi strategis dan langkah bertahap yang terukur.
Menyambut Masa Depan Ford di Indonesia
Dengan rencana perakitan lokal pada 2028 dan investasi yang telah di paparkan kepada pemerintah, Ford membuka babak baru hubungan industrinya dengan Indonesia. Ke depannya, keputusan kebijakan dan iklim investasi akan menentukan seberapa cepat dan besar Ford dapat tumbuh di pasar otomotif Indonesia yang dinamis ini.
Bagi pecinta otomotif maupun pelaku industri, langkah ini tentu patut di ikuti perkembangannya karena berpotensi mengubah wajah industri otomotif nasional — dari sekadar pasar impor menjadi pusat produksi yang kompetitif di ASEAN.